1. KONSEP DASAR
1.1 Definisi AKURAT
AKURAT (Alat Simulasi Kesesuaian Pemanfaatan Ruang) adalah modul simulasi pada level aplikasi dalam SITARUNG yang berfungsi sebagai alat bantu untuk mensimulasikan hasil analisis kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang sebelum proses KKPR (Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang) formal dilakukan.
1.2 Perbedaan AKURAT vs KKPR
| Aspek | AKURAT | KKPR |
| Level | Aplikasi (teknis & simulasi) | Kebijakan (legal & administratif) |
| Fungsi | Simulasi, prediksi, dan perencanaan awal | Persetujuan resmi perizinan |
| Output | Hasil simulasi (non-legal / informatif) | Dokumen legal binding (SK KKPR) |
| Pengguna | Masyarakat umum, perencana, developer | Pemohon izin, dinas terkait, BPN |
| Dasar Hukum | Tidak ada (hanya tools bantu) | Perda No. 6/2024 tentang RTRWP |
1.3 Tujuan AKURAT
- Memberikan preview hasil simulasi analisis non-formal.
- Meminimalisir penolakan pengajuan KKPR melalui simulasi dan penyesuaian awal.
- Meningkatkan pemahaman masyarakat dan pelaku usaha terhadap pola ruang wilayah.
- Menjadi alat bantu perencanaan yang adaptif dan terus berkembang sesuai masukan dari lapangan.
2. FUNGSI SIMULASI
2.1 Simulasi yang Dilakukan
AKURAT mensimulasikan:
- Overlay Spasial: Tumpang susun lokasi kegiatan dengan layer RTRW.
- Identifikasi Zona: Prediksi zona pola ruang (kawasan lindung atau budidaya).
- Cek Ketentuan Zonasi: Simulasi ketentuan umum peraturan zonasi (KDB, KLB, KDH, dll).
- Analisis Jaringan: Identifikasi sistem prasarana (transportasi, energi) yang relevan.
- Deteksi Konflik: Identifikasi potensi tumpang tindih dengan kawasan strategis atau rawan bencana.
- Analisis Kawasan Rawan Bencana (KRB): Setiap analisis otomatis menyertakan rincian tumpang tindih dengan data KRB (banjir, tanah longsor, likuefaksi, letusan gunung api tingkat tinggi) dari dataset kebencanaan tersendiri, tanpa perlu mengaktifkan layer tersebut secara manual.
2.2 Sifat Hasil Simulasi
⚠️ PENTING: Hasil simulasi AKURAT bersifat informatif, prediktif, dan non-legal. Untuk keperluan perizinan resmi, pengguna tetap harus mengajukan KKPR melalui kanal administrasi resmi yang ditetapkan pemerintah.
3. FITUR INPUT
3.1 Metode Input Lokasi
Pengguna dapat memasukkan data lokasi melalui beberapa metode yang fleksibel:
- Input Koordinat Manual: Ketik koordinat X,Y secara langsung.
- Geocoding Alamat: Konversi teks alamat menjadi koordinat titik.
- Point & Click: Memilih lokasi langsung dengan klik pada peta interaktif.
- Upload File Koordinat: Upload file CSV/KML untuk analisis multi-lokasi sekaligus.
- Upload Shapefile: Upload file .shp/.zip untuk area atau garis yang lebih kompleks.
3.2 Tipe Geometri yang Didukung
- POINT: Untuk lokasi titik (bangunan, menara, titik koordinat spesifik).
- LINE: Untuk infrastruktur linear (jalan, jalur pipa, jaringan kabel).
- POLYGON: Untuk area/kawasan (lahan usaha, area perkebunan, tapak bangunan).
4. LEVEL MODUL
4.1 AKURAT Provinsi
- Cakupan: Wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
- Layer Simulasi: Peta Pola Ruang RTRWP, Struktur Ruang RTRWP, Peta Kebencanaan Provinsi, dan Peta Kawasan Strategis Provinsi.
4.2 AKURAT Kabupaten/Kota
- Cakupan: 17 Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan.
- Layer Simulasi: Peta Pola Ruang RTRWK, Struktur Ruang RTRWK, Peta Kebencanaan Kab/Kota, dan Peta Kawasan Strategis Kab/Kota.
5. OUTPUT SIMULASI
5.1 Informasi Hasil Simulasi
- Rincian per Kategori: Untuk setiap layer aktif, hasil analisis dikelompokkan otomatis sesuai tipe datanya: luas (hektar) untuk data kawasan/poligon (mis. Pola Ruang), panjang (meter/km) untuk data jaringan garis (mis. Rencana Jalur Transportasi), dan jumlah lokasi untuk data titik (mis. Desa/Kelurahan).
- Kartu KRB Overlap: Ringkasan luas tumpang tindih dengan Kawasan Rawan Bencana beserta kategori dominan, dihitung otomatis dari dataset KRB pada setiap analisis.
- Top Overlaps: Tiga kategori dengan luas tumpang tindih terbesar, ditampilkan sebagai ringkasan visual di atas peta cetak.
- Tabel Rinci per Layer: Daftar kategori beserta nilainya dan persentase terhadap luas area gambar (data poligon) atau terhadap total layer (data garis/titik).
5.2 Format Output
- Laporan Cetak (Print Report): Halaman laporan siap cetak berisi ringkasan statistik, snapshot peta, dan tabel rinci per kategori. Dapat disimpan sebagai PDF melalui dialog cetak bawaan browser ("Print to PDF").
- Token ID & Verifikasi Keabsahan: Setiap laporan diberi Token ID unik 12 digit yang tercetak pada dokumen. Sistem otomatis menyimpan gambar (JPG) hasil cetak asli di server, sehingga keaslian dokumen yang dicetak/di-print dapat diverifikasi kapan saja melalui menu "Periksa Akurat" pada Dashboard (lihat bagian 5.3).
- Peta Digital Interaktif: Visualisasi overlay yang dapat di-zoom dan di-pan langsung pada Peta Interaktif.
ℹ️ CATATAN AKSES DATA: AKURAT tidak menyediakan fitur unduh/export data mentah (GeoJSON, Shapefile, atau format GIS lainnya) dari hasil analisis maupun layer sumber. Fitur unggah file (.zip/.geojson) pada modul ini hanya berfungsi sebagai input area analisis, bukan sebagai hasil export. Permintaan data mentah untuk keperluan analisis lanjutan wajib diajukan dan mendapat persetujuan resmi dari PUMBTR (Bidang Penataan Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Tata Ruang) sesuai mekanisme berlaku.
5.3 Periksa Akurat (Verifikasi Keabsahan Dokumen)
Karena laporan AKURAT dapat dicetak, disimpan sebagai PDF, atau difoto ulang oleh siapa pun, sistem menyediakan cara independen untuk memeriksa apakah suatu dokumen benar-benar dihasilkan oleh AKURAT dan belum diubah:
- Buka menu "Periksa Akurat" pada Dashboard.
- Masukkan Token ID (12 digit) yang tertera pada baris "Generated Token Id" di dokumen yang ingin diperiksa.
- Jika token ditemukan, sistem menampilkan gambar snapshot asli laporan tersebut sebagaimana pertama kali dicetak, untuk dibandingkan langsung dengan dokumen fisik/PDF yang dipegang pengguna.
- Jika tata letak, angka, atau isi tidak sama persis dengan snapshot asli — atau token tidak ditemukan sama sekali — dokumen yang dipegang patut dicurigai telah diubah atau bukan berasal dari sistem AKURAT.
6. ALUR SIMULASI
1. Akses Modul AKURAT (Peta Interaktif)
↓
2. Aktifkan Layer yang Relevan pada Panel Layers
↓
3. Gambar Area (Polygon/Line/Point) atau Upload File Lokasi (.zip/.geojson)
↓
4. Klik "Analyze" - Sistem Melakukan Overlay Spasial Otomatis (server-side)
↓
5. Sistem Menghitung Luas/Panjang/Jumlah per Kategori + Overlap Kawasan Rawan Bencana (KRB)
↓
6. Tampilkan Hasil pada Panel Area Analysis
↓
7. Klik "Print" untuk Membuat Laporan Cetak dengan Token ID Unik
↓
8. Sistem Menyimpan Snapshot JPG Laporan secara Otomatis untuk Verifikasi
↓
9. Cetak/Simpan sebagai PDF, atau Verifikasi Keabsahan Kapan Saja via "Periksa Akurat"
7. STATUS PENGEMBANGAN BERKELANJUTAN
Modul AKURAT masih dalam tahap pengembangan yang terus-menerus (continuous development). Modul ini dirancang dengan pendekatan agile dan user-centric, di mana fitur, antarmuka, dan logika simulasi akan terus disempurnakan berdasarkan:
- Permintaan Pengguna Umum: Masukan dari masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha terkait kemudahan penggunaan, kejelasan informasi, dan kebutuhan fitur baru (misalnya: simulasi multi-skenario).
- Kebutuhan Birokrasi: Penyesuaian alur dan parameter simulasi agar selaras dengan dinamika regulasi, standar operasional prosedur (SOP) dinas terkait, dan kebutuhan validasi data di tingkat pemerintahan.
Pengembangan ini bersifat iteratif. Setiap pembaruan (update) bertujuan untuk meningkatkan akurasi simulasi, kecepatan respons sistem, dan pengalaman pengguna (user experience), tanpa mengubah fakta bahwa modul ini tetap berfungsi sebagai alat bantu pra-pengajuan, bukan pengganti proses legal KKPR.
8. DISCLAIMER (PENAFIAN)
⚠️ PERHATIAN PENTING:
1. Modul AKURAT adalah alat simulasi yang bertujuan memberikan gambaran awal dan prediksi kesesuaian kegiatan dengan rencana tata ruang.
2. Hasil simulasi TIDAK MENGGANTIKAN, TIDAK SAMA DENGAN, dan TIDAK DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI PENGGANTI proses atau dokumen KKPR resmi.
3. Karena modul ini masih dalam pengembangan berkelanjutan, memungkinkan adanya penyesuaian algoritma atau pembaruan data dasar (RTRW) yang dapat mempengaruhi hasil simulasi dari waktu ke waktu.
4. Untuk keperluan perizinan dan kepastian hukum, pengajuan KKPR tetap WAJIB dilakukan melalui kanal resmi pemerintah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
9. ROADMAP PENGEMBANGAN
Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan yang terus-menerus, berikut adalah arah penyempurnaan modul yang sedang dan akan dikerjakan berdasarkan aspirasi pengguna dan birokrasi:
- Fase Penyempurnaan UX/UI: Penyederhanaan formulir input dan visualisasi peta yang lebih ramah untuk pengguna awam (berdasarkan feedback masyarakat).
- Fase Penajaman Parameter: Penambahan detail sub-zona dan aturan turunan (berdasarkan masukan dari dinas teknis dan perencana wilayah).
- Fase Integrasi Masukan: Penyediaan fitur "Kirim Masukan/Saran" langsung di dalam modul agar pengguna dapat melaporkan bug atau meminta fitur baru secara real-time.
- Fase Skalabilitas: Peningkatan kapasitas server untuk menangani simulasi batch (banyak lokasi sekaligus) yang diminta oleh developer atau konsultan perencana.
Versi Dokumen: 1.2 (Edisi Laporan Cetak & Verifikasi Token)
Tanggal: Juli 2026
Status: Living Document (Dokumen ini akan diperbarui seiring dengan evolusi modul)
Dikembangkan oleh: Tim Pengembang SITARUNG Provinsi Sumatera Selatan